FP UNS menjadi _Host The 10th International Conference on Food, Agriculture, and Natural Resources_

UNSFakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi host sekaligus menggelar The 10th International Conference on Food, Agriculture, and Natural Resources (FANRes) di The Sunan Hotel Solo, pada Selasa (28/10/2025).

Ketua Penyelenggara, Ir. Yus Andhini Bhekti Pertiwi, S.Hut., M.Sc., Ph.D. menyampaikan bahwa FANRes merupakan salah satu konferensi internasional yang rutin diselenggarakan oleh lembaga FANRes dengan host yang berganti setiap tahunnya. Konferensi internasional ini telah berlangsung sejak tahun 2015 dengan berbagai tema menarik dan relevan di bidang pertanian dan pangan.

“Konferensi ini menjadi ajang multinegara dan multidisiplin bagi para akademisi dan peneliti maupun praktisi industri untuk bertukar informasi ilmiah guna menjalin kolaborasi yang kuat demi sistem pertanian berkelanjutan,” terang Yus Andhini.

Tema yang diusung dalam The10th FANRes tahun ini adalah “Resilient Food Systems: Innovations for Global Sustainable Agriculture and Food Security”. Tema ini tentu menggambarkan berbagai aspek kritis yang berkaitan dengan ketahanan pangan, produksi pertanian, dan pengelolaan sumber daya alam untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh dunia saat ini.

Saat ini, tantangan terbesar terutama yang berkaitan dengan ketahanan pangan, perubahan iklim, dan pengelolaan sumber daya alam yang semakin terbatas. Menurut data Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), sekitar 1 dari 9 orang di dunia masih hidup dalam kondisi kekurangan pangan. Sementara sektor pertanian menghadapi tekanan besar untuk meningkatkan produksi guna memenuhi kebutuhan pangan global yang terus meningkat. Konferensi ini diharapkan dapat menjadi salah satu tempat bertukar pikiran untuk menjawab tantangan tersebut.

Yus Andhini menegaskan pentingnya peran riset dan kolaborasi multidisiplin untuk menjawab tantangan ketahanan pangan, perubahan iklim, dan pengelolaan sumber daya alam yang semakin terbatas.

“Melalui The 10th FANRes, kami ingin mendukung kolaborasi dan inovasi yang baik untuk memperkuat ketahanan pangan dunia, menghadapi perubahan iklim dan sumberdaya terbatas,” ujar Yus Andhini.

Sementara itu, Dekan FP UNS, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPM, ASEAN Eng., APEC Eng., menegaskan kembali tentang kolaborasi multidisiplin yang dapat dikembangkan melalui kegiatan ini.

“The 10th FANRes menjadi ajang untuk mendapatkan kesempatan antar sektor seperti akademisi, peneliti, inovator, dan praktisi untuk mewujudkan teknologi, metode, dan aturan baru yang berpotensi memperbaiki sistem pertanian berkelanjutan,” ungkap Prof. Samanhudi.

Ketua Umum Lembaga FANRes, Prof. Dr. Ir. Yuli Witono, S.TP., M.P., menyampaikan apresiasinya terhadap keberlanjutan penyelenggaraan konferensi internasional ini.

“The 10th FANRes merupakan salah satu konferensi internasional yang di hosting secara bergilir oleh anggota institusinya. Konferensi yang dilaksanakan dalam bidang pertanian ini menjadi salah satu tempat bertukar informasi kreatif dan inovatif untuk perbaikan sistem pertanian berkelanjutan,” ungkap Prof. Yuli.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M.Si., juga menyampaikan apresiasi atas terbukanya jaringan kolaborasi atas diselenggarakannya kegiatan ini.

“The 10th FANRes menjadi salah satu pintu untuk membuka jejaring sosial baru bagi UNS serta menunjukkan dedikasi UNS dalam mengembangkan pendidikan dan riset sehingga dapat berkontribusi pada pengembangan berkelanjutan secara lokal maupun internasional,” kata Prof. Fitria.

Kegiatan ini diikuti oleh 86 peserta dari berbagai universitas. Seminar ini menghadirkan keynote speakers internasional seperti Prof. Shang Ho Yang (Graduate Institute of Bio-Industry Management, National Chung Hsing, Taiwan), Prof. Shinjiro Ogita (Prefectual University of Hiroshima, Japan), Dr. Massimo Bionaz (Oregon State University, USA), Dr.

Dimas Rahadian Aji Muhammad (Universitas Sebelas Maret, Indonesia) yang memberikan pandangan dan wawasannya mengenai ketahanan pangan, perubahan iklim, produksi pertanian, dan pengelolaan sumber daya alam.

Sesi presentasi paralel dilanjutkan setelah sesi pleno dalam The 10th FANRes dengan jumlah pemakalah sebanyak 71 pemakalah dari berbagai universitas. Pemakalah yang memberikan presentasi terbaik, mendapatkan apresiasi dari panitia atas kontribusi dan gagasan kreatif serta inovatifnya sehingga mendorong para sivitas akademik untuk terus menjalankan riset dan kolaborasi di bidang pertanian.

Kegiatan The 10th FANRes ini diharapkan mampu menjadi jembatan jaringan riset internasional serta kolaborasi multidisiplin kedepannya. Hal ini tentu akan mewujudkan sistem pertanian berkelanjutan yang kreatif, inovatif, efektif dan efisien. Kegiatan ini mendukung terwujudnya SDG ketujuhbelas, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. HUMAS UNS

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top