UNS– Program Studi (Prodi) Ilmu Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, menyelenggarakan The 5th International Conference of Food Science and Engineering (ICFSE) pada 15–16 Oktober 2025 di Hotel Grand Mercure, Surakarta.
ICFSE secara konsisten telah menjadi wadah akademik yang memfasilitasi diskusi ilmiah sejak tahun 2016. Konferensi internasional ini menjadi ajang bergengsi bagi para akademisi, peneliti, praktisi industri, dan mahasiswa untuk bertukar pengetahuan serta mempresentasikan hasil penelitian terkini di bidang ilmu dan teknologi pangan. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi lintas negara dalam menjawab tantangan global terkait ketahanan dan keberlanjutan sistem pangan.
Tahun ini, ICFSE mengusung tema “Shaping the Future of Sustainable Food System through Innovation in Food Science and Engineering.” Tema tersebut mencerminkan komitmen dunia akademik dalam mendorong inovasi dan transformasi menuju sistem pangan berkelanjutan yang mendukung kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Ketua Penyelenggara, Bara Yudhistira, S.T.P., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran riset dan kolaborasi multidisipliner dalam membangun sistem pangan yang tangguh dan inovatif.
“Melalui ICFSE, kami ingin memperkuat sinergi antara peneliti, akademisi, dan pelaku industri untuk menghasilkan solusi berbasis sains dalam mewujudkan sistem pangan yang berkelanjutan dan inklusif,” ujar Bara.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FP UNS, Prof. Dr. Ir. Agung Wibowo, S.P., M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap keberlanjutan penyelenggaraan konferensi internasional ini.
“ICFSE telah menjadi platform penting bagi Fakultas Pertanian UNS untuk berkontribusi secara global. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya memperluas jejaring ilmiah, tetapi juga memperkuat posisi UNS sebagai pusat unggulan riset di bidang pangan dan keteknikan pangan,” ungkap Prof. Agung
Kegiatan ini diikuti oleh 87 peserta dari berbagai universitas dan lembaga penelitian baik dari dalam maupun luar negeri. Sejumlah keynote speakers internasional seperti Assoc. Prof. Dr. Norhashila Hashim (Universiti Putra Malaysia, Malaysia), Prof. Chang-Wei Hsieh, Ph.D. (National Chung Hsing University, Taiwan), Assoc. Prof. Joel Garcia Juvinal, Ph.D. (Central Luzon State University, The Philippines), dan Assoc. Prof. Dr. Waraporn Boonsupthip (Kasetsart University, Thailand) turut hadir membagikan wawasan mereka mengenai tantangan dan peluang dalam pengembangan sistem pangan yang inovatif dan berkelanjutan.
Selain sesi pleno, ICFSE juga menampilkan presentasi paralel dari 78 pemakalah, yang terdiri atas pemakalah internasional dan nasional. Pemakalah internasional berasal dari Malaysia, Filipina, dan Taiwan, mencerminkan jangkauan global serta semangat kolaboratif yang semakin kuat dalam penyelenggaraan konferensi ini. Pada penghujung sesi paralel, penghargaan diberikan kepada pemakalah terbaik dari setiap sesi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi ilmiah dan gagasan inovatif yang disampaikan serta diharapkan dapat menjadi dorongan untuk terus memperkuat riset dan kolaborasi di bidang ilmu dan teknologi pangan.
Penyelenggaraan ICFSE ke-5 ini diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring riset internasional dan mendorong kolaborasi lintas disiplin menuju masa depan sistem pangan yang lebih inovatif dan berkelanjutan. HUMAS UNS