Kolaborasi UDB dan UNS di Kosabangsa 2025: UPPKA Desa Pucung Siap Wujudkan Sirup Empon-Empon Berkualitas dan Aman Konsumen

UNS – Program Kosabangsa 2025 kembali menghadirkan gebrakan penting di Desa Pucung, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri. Kali ini, fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan kualitas produk sirup empon-empon melalui pelatihan Good Manufacturing Practice (GMP) atau Cara Produksi yang Baik bagi pelaku Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) Makarti Harjo.

Program Kosabangsa 2025 merupakan kolaborasi antara Universitas Duta Bangsa Surakarta (UDB) sebagai Pelaksana dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sebagai pendamping dengan mitra. UDB dan UNS terus berkomitmen membantu UMKM desa naik kelas melalui pendekatan teknologi, inovasi, dan pendampingan berkelanjutan. Dengan penerapan Good Manufacturing Practice, UPPKA Desa Pucung diharapkan menjadi model usaha keluarga tangguh yang menghasilkan produk jamu dan minuman herbal berkualitas, aman, dan berdaya saing tinggi.

Pelatihan yang dibawakan oleh Dr.Eng. Ir. Pringgo Widyo Laksono dan tim ini menekankan pentingnya penerapan standar produksi higienis dan berkualitas agar produk herbal lokal mampu bersaing di pasar nasional. “GMP menjadi kunci agar jamu dan olahan tradisional seperti sirup empon-empon tidak hanya enak diminum, tetapi juga aman, higienis, dan memenuhi ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Standar Nasional Indonesia (SNI),” jelas Dr. Pringgo kepada uns.ac.id, Selasa (7/10/2025).

Materi pelatihan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari sanitasi tempat produksi, tata letak bangunan, pelatihan karyawan, pengendalian bahan baku, hingga prosedur pengemasan dan pelabelan produk. Peserta juga mendapat penjelasan rinci mengenai izin edar PIRT dan sertifikasi halal, termasuk tahapan pengurusan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Dinas Kesehatan setempat.

Selain itu, peserta diperkenalkan pada prinsip-prinsip manajemen kualitas dan prosedur inspeksi mandiri, agar setiap tahap produksi menghasilkan produk yang konsisten dan aman. Pelatihan ini juga memberikan contoh nyata penerapan GMP di industri kecil jamu dan minuman tradisional, yang relevan dengan potensi Desa Pucung sebagai sentra empon-empon.

“Melalui pelatihan ini, kami jadi lebih paham bagaimana membuat produk yang sesuai standar BPOM. Harapannya, sirup empon-empon kami bisa menembus pasar lebih luas,” ujar Ika Puji Rahayu, Ketua UPPKA Desa Pucung.

Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG ketiga yaitu Kehidupan yang Sehat dan Sejahtera, serta SDG kedelapan yaitu, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

HUMAS UNS

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top